Fashohatul Kalam.
adalah : Terhidarnya beberapa kalimah dari tanafur pada kumpulan kalimah (kalam), Dho’fu Ta’lif, Ta’kid, serta fashohahnya beberapa kalimah itu.

1. Tanafur pada Kalam adalah : Suatu sifat dalam Kalam yang menyebabkan beratnya kalam pada lisan dan sulit mengucapkannya.
Contoh:
وَقَبْرُ حَرْبٍ بِمَكَانٍ قَفْرٍ – وَلَيْسَ قُرْبَ قَبْرِ حَرْبٍ قَبْرُ
” kuburan musuh harus ditempat yang sunyi, dan tiada
kuburan lain dekat kuburan itu”

Seperti Ucapan Abu tamam Habib bin A’us:
كَرِيْمٌ مَتَى أمْدَحْهُ أمْدَحْهُ وَالوَرَى مَعِيْ وَإذَا مَالُمْتُهُ لُمْتُهُ وَحْدِيْ
“Dia (Abu Ghoits Musa Bin Ibrahim Ar-Rofi’i) adalah orang yang mulia, jika aku memujinya maka aku memujinya beserta orang-orang yang bersamaku. Jika aku menghinanya, maka aku menginanya sendirian”

2. Dho’fu Ta’lif adalah : adanya kalam itu tidak sesuai dengan prosedur kaidah ilmu Nahwu yang masyhur.
Seperti membuat Dhomir sebelum menuturkan Marji’nya dalam lafadz dan ma’nanya, dalam ucapan Penyair :
جَزَى بَنُوْهُ أَبَا الغِيْلاَنِ عَنْ كِبَر وَحُسْنِ فَعْلٍ كَمَا يُجْزَى سِنِمَّارُ
“Anak-anaknya telah membalas kebaikan Abu Ghilan diusia tua seperti yang dilakukan oleh Sinimmaru (Arsitektur Negara rum)”


3. Ta’qid adalah : adanya kalam itu tidak jelas (masih samar) pada makna yang dikehendaki.
Dan kesamaran itu adakalanya dari aspek lafadz yang disebabkan mendahulukan (taqdim), mengakhirkan (ta’khir) atau memisah (Fashol). hal ini disebut Ta’kid Lafdhy.

Seperti Ucapan Al-Mutanabby :
جَفَخَتْ وَهُمْ لاَ يَجْفَخُوْنَ بِهَا بِهِمْ شِيَمٌ عَلَى الحَسَبِ الأَغَرِّ دَلاَئِلُ
“Suatu Kebiasaan (watak) yang menunjukkan atas keturunan yang baik merupakan Kebanggaan, dan mereka itu tidak bangga dengan itu”.
Pentakdirannya adalah :
جَفَخَتْ بِهِمْ شِيَمٌ دَلاَئِلُ عَلَى الحَسَبِ الأَغَرِّ وَهُمْ لاَ يَجْفَخُوْنَ بِهَا

Mari Ngaji

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *